Minggu, 23 Juni 2013

Birrul Walidain


Oke, saya mau tanya nich, boleh khan? Boleh dong…… tadi pagi pada shalat shubuh semua khan? Yang bangunin siapa? Bangun sendiri apa dibangunin orang tua? Oh ada yang bangun sendiri? Bagus dech, tadi sebagian besar masih pada dibangunin orang tua yah……. Trus, tadi dapat ongkos sekolah dari siapa? Kayaknya semua dari orang tua yah ……
Oke dech, bisa nebak gak kira-kira kita mau bahas materi apa hari ini ? ….. nah bener kita sekarang mau bahas tentang ORANG TUA, dua orang yang mengasuh dan membesarkan kita sampe kita sebesar ini….. yang nggak bisa makan sampe sekarang udah pinter ngerjain soal fisika sama yang lain-lainnya. Sebenarnya, apa sih hebatnya ngebahas orang tua? Kenapa kita harus ngebahas tentang mereka? Ada yang mau jawab? Iya apa? Trus yang lain? Iya banyak ya alasannya kita harus ngebahas materi tentang bokap-nyokap….. tapi satu hal yang jelas, karena orang tua adalah orang yang sangat berjasa bagi kita, tapi biar tiap hari ketemu kita sampe kadang kita nggak nyadar akan pentingnya mereka. Sebagai orang yang sangat dekat pada kita, kita harus tahu lo akhlak kepada orang tua kita karena memang Rasulullah saw kan turun untuk menyempurnakan akhlak khan ?….
Nah kira-kira ada yang mau nyeritain nggak kesan adik-adik pada orang tua, kebaikannya dan hal lain yang bikin kesel juga boleh deh….. ayo siapa yang mau mulai ? atau harus saya yang harus nyampein kesan orang tua saya ? Wah bisa bosen adik-adik ngedengernya …. Iya, gimana tanggapan (nama orang, mad'u) tentang orang tua kamu ? Iya, ada lagi yang lain ?…..
Nah, ternyata banyak yah kesan kita terhadap orang tua kita, baik yang disukai seperti tadi, ada yang….(sebutkan kebaikan orang tua mereka), maupun yang nggak disukai dari sikap orang tua seperti ….(sebutkan kekesalan mereka terhadap orang tua mereka). Tapi, walaupun kadang orang tua kita melakukan hal yang tidak kita sukai, sebenarnya niat mereka baik lho….. seperti nyuruh mandi….. memang kita mungkin nggak suka disuruh-suruh mandi kayak anak kecil, tapi untuk iklim seperti Indonesia ini, mandi itu harus rajin soalnya cuacanya sering membuat kita gampang keringetan atau memacu timbulnya jamur atau bakteri yang bisa menyebabkan panu, kadas, kurap…oleskan saja…..(he..he…emang iklan) atau bisa juga menyebabkan bau badan…., jadi benerkan apa yang disuruh itu…. biar badan kita tetep bersih.
Trus ada juga ya yang mungkin ngeluh walau tidak diucapkan di forum ini pada sikap salah satu orang tua kita. Kalo kita liat, kayaknya nggak seharusnya deh orang tua kita melakukan hal tersebut…..hal tersebut bisa macem-macem deh…. Nah kalo untuk kasus yang satu ini maka kitalah yang harus berlapang dada. Bagaimanapun sempurnanya orang tua kita, mereka juga masih manusia yang punya banyak kelemahan, dan sebagai anak kita harus bisa memaklumi sikap mereka….coba deh bayangin kalo kita berada pada posisi mereka, kira-kira apa yang akan kita lakukan ? adik-adik akan bisa merasakan sulitnya menjadi orang tua, jadilah anak baik yang bias menyenangkan hati orang tua karena dengan begitu kelak kalo adik-adik udah jadi orang tua, adik-adik akan memiliki anak yang berbakti juga seperti adik-adik kepada orang tua adik-adik. Percaya ngga?. Percaya dong ya , kan ada haditsnya…gini bunyinya….
Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian pun akan berbakti pada kalian !..(HR. Thabrani dan Hakim)
Nah….jelas kan!?!….
Eh..kok pada lemes gitu? Semangat dong !!!! Kita takbir yu…Allahu Akbar!!!!……..
Nah gitu dong….asik kan ngebahas hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita….saya pengen adik-adik semangat, jangan ngacangin saya, kan saya di depan bukan jualan kacang…..apalagi dikacangin….(he..he..)
Biar makin bangun kayaknya dengerin cerita asik deh……..ada yang mau cerita nggak ? …. Satu aja….Saya seneng sekali kalo ada yang mau cerita, tapi kalo mau curhat tentang orang tua, kayaknya setelah forum ini aja yah, saya masih punya waktu kok…atau kalo mau, telepon saya juga boleh…..
Oke kita mulai deh ceritanya…..
Cerita 1:

Begini, pada jaman dahulu kala, jaman Rasulullah saw, ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Salam. Kisah ini diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib ra. Waktu Rasulullah sedang duduk-duduk dengan beberapa sahabat termasuk Ali di dalamnya, ada yang datang….srek…srek….srek….Assalamu'alaikum…..trus dijawab oleh semua yang hadir…..wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu…..trus orang yang tadi bilang begini…..ya Rasulullah, saya diutus Abdullah bin Salam untuk meminta Rasul datang menjenguknya, ia sedang sakit keras dan hampir menemui ajalnya …. Dia ingin berpesan sesuatu pada Anda …. Setelah mendengar permintaan itu Rasulullah bangun dan mengajak para sahabat untuk nengok Abdullah bin Salam.
Begitu sampe di rumah Abdullah bin Salam, Rasulullah duduk di dekat kepalanya trus meminta Abdullah membaca dua kalimat syahadat. Sampe tiga kali Rasulullah saw mengucapkan kata-kata yang sama, Abdullah tetap tidak menirukan ucapan nabi tersebut, lalu beliau bersabda, "Tiada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan Allah yang Maha Luhur dan Agung". Abis gitu Rasul manggil Bilal ra. Dan meminta Bilal untuk menemui istri Abdullah bin Salam ini. Kata istrinya, Abdullah bin Salam ini sejak menikahi istrinya belum pernah meninggalkan shalat berjamaah bersama Rasulullah dan setiap hari selalu bersedekah tetapi ibunya tidak meridloi dia…. Setelah mendengar informasi dari istrinya, Rasulullah meminta Bilal untuk mendatangkan ibunya….eh ternyata udah susah-susah ke rumah ibunya, ibu Abdullah bin Salam ini tidak mau datang ke rumah anaknya denga alasan sakit hati…akhirnya Bilal gagal menjalankan misinya mendatangkan ibu Abdullah bin Salam. Akhirnya Rasulullah minta supaya Ali dan Umar yang memanggil ibu Abdullah bin Salam itu… setelah ditegaskan bahwa Rasulullah saw bener-bener meminta supaya ibu itu datang ke rumah anaknya, akhirnya ibu itu terpaksa juga datang ke rumah anaknya itu untuk memenuhi panggilan Rasulullah.
Terus setelah mengahadap Rasulullah saw, ibu Abdullah bin Salam bilang "Anakku, demi Allah, dunia dan akhirat tidak akan memaafkan kesalahanmu yang begitu menyakiti hati" Trus Rasulullah saw bilang… "wahai ibu, takutlah kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kasihanilah anakmu ini"…trus akhirnya ibunya ini cerita kalo ternyata anaknya itu telah memukul dan mengusir ibunya dari rumahnya hanya lantaran begitu cintanya pada istrinya, dia mencampakkan dan mendurhakai ibunya …..trus akhirnya Rasulullah saw berkata kalo ibu itu bersedia memaafkan kesalahan anaknya, hak-hak ibu itu ditanggung oleh Rasulullah saw. Akhirnya ibu itu memaafkan kesalahan anaknya.
Setelah itu, Rasulullah minta Abdullah bin Salam mengucapkan dua kalimat syahadat, dan akhirnya ia mampu menirukannya dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Setelah mensholatinya dan mengebumikan Abdullah bin Salam, Rasulullah bersabda "Wahai kaum muslimin, perhatikanlah bahwa barangsiapa tidak berbakti kepada ibunya, niscaya ia mati tanpa berbekal syahadat (iman)."
Wah, sebegitunya ya peran orang tua terutama ibu…..makanya kita tidak boleh ya menyakiti hati ibu kita sedikit aja. Kalo dulu sih enak, ada Rasulullah, kalo ada masalah gampang diberesinnya…, kalo sekarang ?…makanya jangan bikin masalah…
Saya jadi inget cerita salah satu teman saya…Gini ceritanya, teman saya itu pinter dan rajin masuk sekolah…suatu hari dia mau ulangan fisika ….wah dari malem dia udah belajar dengan semangat '45 deh. Eh engga tau kenapa, ternyata besok paginya sebelum berangkat dia berantem sama ibunya, akhirnya dia berangkat sekolah denga keadaan berantem dengan ibunya….ternyata pas ulangan, dia lupa apa yang dia udah apalin semaleman. Dan hasilnya pun dia dapet nilai 3 atau 4 (kalo nggak salah)

padahal ulangan yang pertama dapat nilai 9…..turun drastis kan ?!.. trus dia nyesel deh udah berantem sama ibunya dan sampe sekarang dia baik banget sama ibunya. Itulah satu bukti lagi yang bisa kita ambil hikmahnya tentang berbakti kepada orang tua.
Kedudukan Birrul Walidain.

Dalam Islam, birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa….mau tau alasannya? Jangan tanya Galileo, soalnya dia ngga ada…, sekarang ayo kita buka Al Qur'an dan kita cari jawabannya….
1. Perintah ihsan (baik) pada orang tua dalam Al Qur'an langsung sesudah perintah hanya beribadah kepada Allah atau larangan mempersekutukan Allah….ayo coba kita lihat surat 2 ayat 83 dengan surat 6 ayat 151…. Siapa yang mau baca ayatnya?…baca yang keras ya supaya semuanya bias ngedenger…. Udah jelas ya ayatnya, jadi ngga usah diterangin lagi, trus…
2. Allah mewasiatkan, mewajibkan maksudnya kepada orang tua untuk ihsan kepada orang tua, ayatnya ada di surat Al Ankabut, surat 29 ayat 8 dan Surat Al Ahqaf, surat 46 ayat 15, nah sekarang yang bacanya gantian dong…. Dalam ayat ini juga udah jelas ya perintah Allah.
3. Allah meletakkan perintah terima kasih kepada orang tua setelah terima kasih kepada Allah (QS. Luqman (31) : 14)
4. Dalam hadits Muttafaqun 'alaih, Rasul saw, meletakkan birrul walidain sebagai amalan kedua terbaik setelah shalat tepat waktu.
5. Dalam hadits Mutafaqun'alaih juga, Rasul saw meletakkan durhaka kepada orang tua atau 'uququl walidain sebagai dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah.
6. Rasulullah mengkaitkan keridlaan dan kemarahan Allah swt dengan keridlaan dan kemarahan orang tua.
Ridlallah fi ridla walidain…(HR. Tirmidzi).
Gimana? ternyata istimewa ya kedudukan ibu dan bapak kita …… sebenarnya apa sih penyebab keistimewaan orang tua kita?… nah untuk yang satu ini saya punya ceritanya nih….
Jadi begini ….. adik-adik inget khan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah ? Ya tentu aja dong sesuai dengan fitrah makhluk, makhluk itu artinya yang diciptakan, makhluk itu pasti mati atau tidak kekal. Jadi supaya khalifah di bumi ini enggak habis karena mati maka Allah selalu membuat "manusia-manusia baru" untuk meneruskan tugas sebagai khalifah ini. Adik-adik bisa ngebayangin nggak seandainya tiba-tiba di bumi ini pertambahan manusianya langsung dalam bentuk orang dewasa? Gak mungkin ya? Lagian kalo langsung dewasa gimana mereka belajar dan tiba-tiba harus jadi khalifah? Nah oleh sebab itu, Allah membuat khalifah itu dengan pertama-tama membuat mereka dalam bentuk anak atau bayi ya…..
Nah terus kalo kita pikir lagi gimana caranya nih supaya anak kecil atau bayi tadi yang gak bisa apa-apa, yang lahir dalam keadaan tidak berdaya itu bisa hidup di dunia ini sendiri dan belajar segala halnya sendiri, nggak mungkin kan ?… oleh karena itu akhirnya Allah "nitipin" bayi tadi kepada sepasang manusia yang udah menikah untuk mengurus bayi tadi. Nah sebenernya nih, antara bayi atau calon manusia dengan sepasang manusia yang udah menikah ini nggak ada hubungannya apa-apa. Sepasang manusia ini hanya Allah kasih rahmat berupa kasih sayang sehingga mereka jatuh sayang dan sangat menyayangi calon manusia yang sebenarnya nggak mereka kenal tadi… dari rahmat kasih sayang tadi akhirnya muncul sebutan ayah, ibu, dan anak dan hubungan mereka menjadi sangat kuat. Tanpa kasih sayang dari Allah ini, nggak mungkin deh sepasang manusia tadi rela memelihara dan "menyerahkan seluruh hidupnya" untuk calon manusia yang nggak mereka kenal ini. Wah Maha Besar Allah ya yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Dengan rahmat ini akhirnya calon manusia tadi bisa hidup dan tumbuh layak seperti kita ini.
Terus, ternyata, kasarnya tuh Allah suka-suka aja nitipin anak ke setiap pasangan. Jadi bisa dibilang, tiap anak itu untung-untungan deh dalam mendapatkan orang tua. Ada yang Allah kasih jadi anak presiden, anaknya menteri, bahkan ada yang Allah titipin jadi anaknya tukang becak atau pembantu rumah tangga. Ada juga lo yang dititipin sama orang yang nggak bertanggung jawab…. Tapi bukan berarti Allah tidak adil lho…karena Allah Maha Tahu yang paling baik buat kita.
Saya pernah dapat cerita dari seorang temen tentang anak jalanan…..ternyata ada di antara mereka yang jadi anak jalanan gara-gara bapaknya nyeleweng dan ibunya udh nggak peduli lagi sama dia sampe akhirnya dia harus ngidupin dirinya sendiri, padahal umurnya masih seanak SD-an gitu…. Terus ada juga yang bahkan disuruh sama ibunya ngegembel gitu…kasian ya….

Kalo kita tau hal itu berarti kita harus banyak bersyukur ya karena ternyata Allah menitipkan kita pada orang yang begitu bertanggung jawab dan begitu menyayangi kita…. Alhamdulillah…berarti kita harus sangat menghargai pengorbanan orang tua kita itu ya….ngga tau deh apa jadinya kalo ternyata orang tua kita nggak pedulian sama kita, wah sedih banget pasti ya….padahal secara nggak langsung kita menyakiti dan merendahkan orang tua kita….."Bu! sini dong Bu…" atau "Ibu nih gimana sih kalo nyuruh yang bener dong biar kita nggak bingung" atau ….ya kita sendiri pasti tau dan bisa menilai ya….bagaimana perlakuan kita pada orang tua kita…sudah baik, cukup baik, biasa aja, kurang, atau bahkan buruk?! ..Na'udzubillah jangan sampai kita memperlakukan orang tua kita dengan cara yang buruk, Insya Allah, saya yakin kalo adik-adik saya ini sih pada hormat ya pada orang tuanya….kan udah diajarin sama kakak-kakaknya…he…he…he…

Bentuk Birrul Walidain

Nah..setelah kita tau begitu besarnya pengorbanan dan kebaikan orang tu kita pada kita, jadi kira-kira gimana ya cara lkita mencintai dan menunjukkan rasa terima kasih dan hormat kita pada orang tua kita?…..
Siapa yang mau jawab? Kalo untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya banyak banget, jadi satu orang harus punya jawaban dan nggak boleh sama, ya saya mulai dari sebelah kanan saya, gimana sih cara kita berbakti pada orang tua kita?….
Benerkan banyak banget, dan semua jawaban bener ya….! Oke deh kita ulang ya….. Jadi berbakti pada orang tua itu bisa dengan cara mengikuti keinginan orang tua selama keinginannya itu nggak menyimpang dari perintah Allah, saya yakin Insya Allah orang tua kita di sini keinginannya nggak ada yang menyimpang dari perintah Allah ya…..keinginan orang tua kita ini banyak, bisa keinginan dalam hal sekolah, pendidikan seperti les dan ngaji dan sebagainya.
Trus bisa juga dengan membantu orang tua kita dalam berbagai bentuk seperti membantu pekerjaan rumah, terus mendoakan orang tua, hormat dalam ucapan dan perbuatan, tidak berkata keras di depan orang tua apalagi mengeluarkan kata-kata kasar, tidak melakukan perbuatan yang menyusahkan hati orang tua, trus misalnya kalo orang tua kita udah meninggal, kita tetap menjaga silaturahim teman-teman dan saudara orang tua kita. Kalo kita udah kerja, ya kita juga bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk orang tua kita ya…….
Wah ternyata dalam ya bahasan tentang orang tua ini…. Untuk yang terakhir, coba adik-adik buka surat Luqman ayat 14….coba bacakan keras-keras…iya, yang lain bisa denger semua nggak?… Saya ulangi ya…..
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya dalam dua tahun (selambat-lambat waktu menyapih adalah setelah anak berumur dua tahun). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu".
Hanya satu ayat tapi syarat makna. Begitulah dalamnya pengorbanan orang tua kita pada kita sampai tidak mungkin kita dapat membalasnya, kecuali dengan memerdekakan orang tua kita seandainya beliau adalah seorang budak, begitu disebutkan dalam hadist riwayat Muslim.
Sekarang setelah kita bahas tentang orang tua, mari kita sama-sama mencoba untuk bersikap lebih sopan dan lebih menyayangi lagi orang tua kita…semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang Allah berikan pada kita. Amin ya Rabbal'alamin.  
Keutamaan Berkumpul Mempelajari Ayat - ayat Allah
( keutamaan halaqah ) by Ust. Bone


1. Sebagai pewaris misi kenabian
2. Jalan menuju kebaikan dalam hidup
3. doa dan penghormatan dari malaikat
4. ketepatan dan ketentraman dalam memutuskan pilihan - pilihan dalam hidup
5. sarana saling berbagi suka duka kehidupan dengan orang - orang soleh
6. Sumber inspirasi kebenaran untuk melangkah dalam kehidupan

Sabtu, 22 Juni 2013

tentang science club FMIPA UNJ nih :-) 
LAPORAN PRAKTIKUM
ALEL GANDA



Score
Tujuan

Tinjauan Pustaka

Metodologi

Hasil

Pembahasan

Kesimpulan

Daftar Bacaan

Penulisan

Pinalti

Nilai Akhir

logoUNJ_5.jpg



Fitriani Wahyu Setyaningrum
3415092300



JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2013


Tujuan
1.       Mengenal beberapa sifat keturunan pada manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda
2.       Mencoba menetapkan genotip sendiri
3.       Mengetahui penggunaan serum pada percobaan golongan darah
4.       Menentukan golongan darah sendiri melalui percobaan
5.       Mengetahui kemungkinan genotip dari golongan darah





































Tinjauan Pustaka
Genetika berasal dari bahasa yaitu Yunani Î³Î­Î½Î½Ï‰ atau genno yang berarti "melahirkan" merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu tentang gen. 
Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906. Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya kajian genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga, misalnya, sudah dikaji orang sebelum itu. Kala itu, kajian semacam ini disebut "ilmu pewarisan" atau hereditas (Anonim, 2009).
Kita ketahui bahwa pengertian alel ganda ialah bahwa dalam suatu populasi individu jumlah jenis alel pada suatu lokus terdapat lebih dari dua. Contoh yang sudah cukup luas dikenal ialah golongan darah pada manusia. Di kenal ada empat jenis golongan darah, yaitu A, B, AB dan O, yang dikendalikan oleh tiga alel, yaitu IA, IB, dan i. Alel-alel tersebut bertanggung jawab dalam mengendalikan pembentukan antigen sel darah, alel IA dan alel IB masing-masing mengendalikan pembentukan antigen A dan antigen B, sedangkan alel i tidak membentuk antigen.
Antara alel IA dengan alel IB terdapat hubungan kodominan, yang berarti genotipe IA IB dapat emproduksi antigen A dan antigen B. Alel IA dan alel IB kedua-duanya terhadap alel i. Dengan keterangan tersebut maka akan diperoleh genotype IA IA dan IA Ii (golongan darah A) akan memproduksi antigen A, genotype IB IB dan IB Ii (golongan darah B) akan menghasilkan antigen B; genotype IA IB (golongan darah AB) mempunyai antigen A dan B, sedangkan genotype ii (golongan darah O) tidak memproduksi antigen
(Jusuf, 2001).
Pengertian alel ganda adalah faktor yang memiliki lebih dari dua macam alel, sekalipun tidak ada satu pun makhluk diploid yang mempunyai lebih dari dua macam alel untuk tiap faktor. Sebab timbulnya alel ganda adalah peristiwa mutasi gen. Stanfield (1983) mengatakan “Karena suatu gen dapat berubah menjadi bentuk-bentuk alternatif oleh proses mutasi, secara teoritis di dalam suatu populasi mungkin dijumpai sejumlah besar alela” (Corebima, 1997).
Pada manusia, hewan dan tumbuhan dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Golongan darah ABO yang ditemukan oleh Landsteiner pada tahun 1900 dan faktor Rh yang ditemukan oleh Landsteiner bersama Weiner pada tahun 1942 juga ditentukan oleh alel ganda. Untuk golongan darah tipe ABO misalnya, dikenal oleh alel ganda IA, IB, dan i (Hartati, 2009).
Banyak para ilmuan mengikuti penemuan Landsteiner tentang penggumpalan sel-sel darah merah dan pengertian tentang reaksi antigen-antibodi, maka penyelidikan selanjutnya memberi penegasan mengenai adanya dua antibodi alamiah di dalam serum darah dan dua antigen pada permukaan dari eritrosit. Salah seorang dapat membentuk salah satu atau dua antibodi atau sama sekali tidak membentuknya. Demikian pula dengan antigennya. Dua antigen itu disebut antigen –A dan antigen –B, sedangkan dua antibodi disebut anti –A (atau α) dan anti –B (atau β).
Melalui tes darah maka setiap orang dapat mengetahui golongan darahnya. Berdasarkan sifat kimianya, antigen –A dan –B merupakan mukopolisakharida, terdiri dari protein dan gula. Dalam dua antigen itu bagian proteinnya sama, tetapi bagian gulanya merupakan dasar kekhasan
antigen-antibodi. Golongan darah seseorang ditentukan oleh macamnya antigen yang dibentuknya (Suryo, 1986).
Ada bermacam golongan darah pada manusia, salah satu contoh itu herediter (keturunan) yang ditentukan oleh alel ganda. Berhubungan dengan itu, golongan darah seseorang dapat mempunyai arti penting dalam kehidupan. Pada permulan abad ini (tahun 1900 dan 1901) K. Landsteiner menemukan bahwa penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit (sel darah merah) seseorang dicampur dengan serum darah orang lain. Akan tetapi pada orang lain, campuran tadi tidak mengakibatkan penggumpalan darah. Berdasarkan reaksi tadi, maka Landsteiner membagi orang menjadi tiga golongan, yaitu A, B dan O. Golongan yang keempat jarang sekali dijumpai, yaitu golongan darah AB, telah ditemukan oleh dua orang mahasiswa Landsteiner dalam tahun 1902, ialah A. V. von Decastello dan A. Sturli (Suryo, 1984).
Dilihat dari golongan ABO, manusia dikelompokkan menjadi 4 golongan. Penggolongan ini didasarkan atas ada tidaknya suatu zat tertentu di dalam sel darah merah, yaitu yang dikenal dengan nama aglutinogen (antigen). Ada dua macam aglutinogen yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinogen merupakan polisakarida, dan terdapat tidak saja terbatas di dalam sel darah merah tetapi juga kelenjar ludah, pankreas, hati, ginjal, paru-paru, testes dan semen. (Kartolo, 1993).
Alel merupakan bentuk alternatif suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat) tertentu. Individu dengan genotipe AA dikatakan mempunyai alel A, sedang individu aa mempunyai alel a. Demikian pula individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A dan a. Jadi, lokus A dapat ditempati oleh sepasang (dua buah) alel, yaitu AA, Aa atau aa, bergantung kepada genotipe individu yang bersangkutan.
Namun, kenyataan yang sebenarnya lebih umum dijumpai adalah bahwa pada suatu lokus tertentu dimungkinkan munculnya lebih dari hanya dua macam alel, sehingga lokus tersebut dikatakan memiliki sederetan alel. Fenomena semacam ini disebut sebagai alel ganda (multiple alleles).
Meskipun demikian, pada individu diploid, yaitu individu yang tiap kromosomnya terdiri atas sepasang kromosom homolog, betapa pun banyaknya alel yang ada pada suatu lokus, yang muncul hanyalah sepasang (dua buah). Katakanlah pada lokus X terdapat alel X1, X2, X3, X4, X5. Maka, genotipe individu diploid yang mungkin akan muncul antara lain X1X1, X1X2, X1X3, X2X2 dan seterusnya.

Beberapa Contoh Alel Ganda

 Alel ganda pada lalat Drosophila sp

            Lokus w pada Drosophila melanogaster mempunyai sederetan alel dengan perbedaan tingkat aktivitas dalam produksi pigmen mata yang dapat diukur menggunakan spektrofotometer. Tabel 2.3 memperlihatkan konsentrasi relatif pigmen mata yang dihasilkan oleh berbagai macam genotipe homozigot pada lokus w.
            Konsentrasi relatif pigmen mata pada berbagai genotipe D. melanogaster
Genotipe Konsentrasi relatif pigmen mata terhadap pigmen total Genotipe Konsentrasi relatif pigmen mata terhadap pigmen total
Ww 0,0044 wsatwsat 0,1404
wawa 0,0197 wcolwcol 0,1636
wewe 0,0324 w+sw+s 0,6859
wchwch 0,0410 w+cw+c 0,9895
wcowco 0,0798 w+Gw+G 1,2548

Alel ganda pada kelinci

            Pada kelinci terdapat alel ganda yang mengatur warna bulu. Alel ganda ini mempunyai empat anggota, yaitu c+, cch, ch, dan c, masing-masing untuk tipe liar, cincila, himalayan, dan albino. Tipe liar, atau sering disebut juga agouti, ditandai oleh pigmentasi penuh; cincila ditandai oleh warna bulu kelabu keperak-perakan; himalayan berwarna putih dengan ujung hitam, terutama pada anggota badan. Urutan dominansi keempat alel tersebut adalah c+ > cch > ch > c dengan sifat dominansi penuh. Sebagai contoh, genotipe heterozigot cchc, akan mempunyai bulu tipe cincila.
Contoh lain yang merupakan peristiwa dari alel ganda adalah tumbuhnya rambut pada segmen digitalis tengah jari-jari tangan. Penentuan dominasi pada rambut digitalis tengah jari tangan adalah sebagai berikut.
H1 > H2 > H3 > H4 > H5
Dimana :
·         H1 = Rambut terdapat pada semua jari
·         H2 = Rambut pada jari kelingking, jari manis, dan jari tengah
·         H3 = Rambut pada jari manis dan jari tengah
·         H4 = Rambut hanya pada jari manis saja
·         H5 = Tidak ada rambut pada keempat





Metodologi
·         Alat dan bahan
o   Jari tangan
o   Darah
o   Loop
o   Serum a, serum b, serum ab, dan anti Rh
o   Alcohol
o   Kertas uji golongan darah
o   Yusuk gigi

·         Cara kerja (kalimat aktif)
Percobaan 1 :
1.       Dengan menggunakan sebuah loop, setiap orang mengamati sisi atas jari – jari tangannya sendiri.
2.       Memperhatikan dengan seksama apakah pada segmen digitalis tengah jari – jari tangan tampak jelas tumbuh rambut.
Percobaan 2 :
1.       Dengam menggunakan darah praktikan, menyiapkan bahan dan alat yang digunakan.
2.       Mengambil darah praktikan dengan menggunakan blood lanset.
3.       Setelah itu menaruh tetesan darah di atas kertas uji golongan darah
4.       Pada kotak pertama, menaruh anti A, kotak kedua anti B, kotak ketiga anti AB, dan kotak keempat anti Rh
5.       Kemudian aduk dengan menggunakan pengaduk.
6.       mengamati apakah terjadi penggumpalan.
7.       Mencatat hasil pengamatan.












Hasil
a.      Rambut di Ruas Tengah Jari Tangan
Alel Ganda
Hasil Individu
Hasil Kelas
Jumlah
Persentase
H1
Siti Maesaroh
1
4%
H2
Juliadi
1
4%
H3
Dhany, Wiena
2
7%
H4
Musdalifah, Sofie, Faisal, Putri Diana, Novita
5
17%
H5
FitriYani, Intan P.S, Aulia, Monika, Fitri Yanti, Intan. M, Irfan, Nisa, Andes, Vita, Indah, Heni, Nadia, Tiwi, Nurliya, Ardi, Ahmad A, Eca, Syifa.
19
68%
Total
28
100 %

Perhitungan :
H1 : 4/100 x 28 = 1,12
H2 : 4/100 x 28 =1,12
H3 :7/100 x 28 = 1,96
H4 : 17/100 x 28 = 4,76
H5 : 68/100 x 28 = 19,04

H1
H2
H3
H4
H5
Diperoleh
1
1
2
5
19
Diharapkan (e)
1,12
1,12
1,96
4,76
19,04
Deviasi ( d )
-0,12
-0,12
-0,04
-0,24
0,04
X2 = (-0,12)2 / 1,12 + (-0,12)2 / 1,12 + (-0,04)2 /1,96 + (-0,24)2 / 4,76 + (0,04)2 / 19,04
      = 0,01 + 0,01 + 0,00082 + 0,0121 + 0,00008 = 0,033
Dk = 5 – 1 = 4

b.      Golongan Darah
Jenis Pengujian
Hasil Individu
(Beri tanda X)
Hasil Kelas
Jumlah
Persentase
Golongan darah A
XXXXXX
6
25%
Golongan darah B
XXXXXXXXXXX
11
45%
Golongan darah AB
XXX
3
13%
Golongan darah O
XXXX
4
17%
Total
24
100%
Rh Positif
XXXXXXXXXXXXXXX
XXXXXXXXX
24
100%
Rh Negatiif
-
0
0
Total
24
100 %












Pembahasan
           
          Berdasarkan data pengamatan pada rambut di ruas tengah tangan yang dilakukanterhadap 24 sampel, terdapat 1 orang yang termasuk ke dalam H1, 1 orang H2, 2 orangH3, 5 orang H4 dan 19 orang H5. Dalam hal ini, data yang diperoleh akan dikaitkan oleh data harapan rata-rata yang dimiliki oleh orang Indonesia yaitu H1 sebesar 4%, H2sebesar 4%, H3 sebesar 7%, H4 sebesar 17% dan H5 sebesar 68%. Dari data di atas dapat diketahui bahwa frekuensi tidak adanya rambut pada ruas jari paling banyak ditemui dibandingkan dengan frekuensi pada H1, H2, H3, dan H4.
Data tersebut berarti menunjukkan bahwa seri alel ganda pada H5 bersifat dominandibandingkan dengan seri alel ganda pada tipe lainnya. Jadi, dapat dilihat urutandominansinya adalah H5>H4>H3>H2=H1.Berdasarkan data yang telah dilakukan perhitungannya, didapatkan bahawa pada percobaan kali ini mengenai rambut yang berada pada ruas tengah jari tangan tidak dipengaruhi oleh adanya faktor lingkungan atau faktor luar.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan perhitungan chi square yang diperolehangka sebesar 0,033 dengan nilai deviasi sebesar 4, sehingga menunjukkan posisi nilaikemungkinan yang didapat. Hasil tersebut memberikan arti bahwa data yang diperolehpada percobaan tersebut baik dan tidak dipengaruhi faktor luar, dengan batasambangnya sebesar 0,0
Setelah mengikuti praktikum dengan unit Alel Ganda ini, praktikan memiliki pengetahuan mengenai cara mengidentifikasi golongan darah pada manusia. Hasil dari pengidentifikasian yang dilakukan pada setiap praktikan (probandus) adalah sebagai berikut sebagai berikut:
· Golongan darah A = 6 probandus dengan persentase sebanyak 25%
· Golongan darah B = 11 probandus dengan persentase sebanyak 45%
· Golongan darah AB = 3 probandus dengan persentase sebanyak 13%
· Golongan darah O = 4 probandus dengan persentase sebanyak 17%
            Bahan utama yang digunakan dalam melakukan identifikasi adalah berupa serum anti A dan serum anti B yang diteteskan pada darah probandus. Jika pada anti serum A terjadi penggumpalan (aglutinasi) sedangkan anti serum B tidak, maka golongan darah probandus adalah A. Bila terjadi sebaliknya, maka golongan darah probandus adalah B. Bila kedua-duanya mengalami penggumpalan maka golongan darah probandus adalah AB. Bila kedua-duanya tidak mengalami penggumpalan maka golongan darah probandus adalah O.
            Menurut Jusuf (2001), dikenal ada empat jenis golongan darah, yaitu A, B, AB dan O, yang dikendalikan oleh tiga alel, yaitu IA, IB, dan i. Alel-alel tersebut bertanggung jawab dalam mengendalikan pembentukan antigen sel darah, alel IA dan alel IB masing-masing mengendalikan pembentukan antigen A dan antigen B, sedangkan alel i tidak membentuk antigen.
Antara alel IA dengan alel IB terdapat hubungan kodominan, yang berarti genotipe IA IB dapat memproduksi antigen A dan antigen B. Alel IA dan alel IB kedua-duanya terhadap alel i. Dengan keterangan tersebut maka akan diperoleh genotipe IA IA dan IA Ii (golongan darah A) akan memproduksi antigen A, genotipe IB IB dan IB Ii (golongan darah B) akan menghasilkan antigen B; genotipe IA IB (golongan darah AB) mempunyai antigen A dan B, sedangkan genotipe ii (golongan darah O) tidak memproduksi antigen.
            Dalam transfusi darah golongan darah AB dapat menerima sumbangan dari semua golongan darah (tidak akan terjadi penggumpalan), sebaliknya golongan darah O hanya dapat menerima sumbangan dari golongan darah yang sama, golongan darah lainnya akan digumpalkan. Bila dilihat dari sudut donor, golongan darah O dapat menyumbangkan darah untuk semua golongan darah, sedangkan golongan darah AB dapat menjadi donor hanya untuk golongan darah yang sama. Golongan darah A dan B dapat menjadi penerima sumbangan dari golongan darah O dan dari golongan darah sejenis dan dapat menjadi donor untuk golongan AB dan golongan sejenis (Jusuf, 2001).
            Dari penjelasan teori di atas dapat diketahui bahwa sangat penting mengenal golongan darah sebelum melakukan transfuse darah. Pada serum darah merah akan dibentuk anti bodi. Pada serum darah merah akan dibentuk anti bodi yang dapat mengenali anti gen sel darah merahnya dan antigen asing yang masuk dari luar.
Antibodi akan menggumpalkan antigen yang berbeda dari antigen yang dibentuk oleh sel darah merahnya. Jadi antibodi golongan darah A (yang memproduksi antigen A) akan menggumpalkan antigen B dan antibodi golongan darah B (yang memproduksi antigen B) akan menggumpalkan anti gen A. Jika antibody tidak dapat menggumpalkan antigen A dan B karena memproduksi dengan baik antigen tersebut maka golongan darahnya adalah AB. Sebaliknya, jika tidak mengandung antigen baik A maupun B, antibodinya akan menganggap kedua antigen tersebut sebagai zat asing sehingga kedua-duanya akan digumpalkan maka golongan darahnya adalah golongan darah O.
            Pada praktikum ini, semua praktikan memilii rhesus positif, yakni ketika darah dimasukkan serum anti Rh kemudian terjadi penggumpalan maka darah tersebut memiliki rhesus positif, sedangkan jika tidak terjadi penggumpalan maka disebut rhesus negative. Untuk orang Indonesia, dominan memiliki rhesus positif.
Menurut Suryo (1984), menurunnya alel-alel ganda dapat diikuti dari beberapa contoh perkawinan berikut ini:
1. Suami-istri masing-masing bergolongan darah O akan mempunyai keturunan bergolongan darah O saja.
2. Seorang laki-laki bergolongan darah A menikah dengan seorang perempuan bergolongan darah O. Kemungkinan keturunannya, 50 % bergolongan darah A dan 50 % bergolongan darah O.
3. Seorang laki-laki bergolongan darah B menikah dengan seorang perempuan bergolongan darah B pula. Kemungkinan keturunannya, 75 % bergolongan darah B dan 25 % bergolongan darah O.
4. Pria bergolongan darah B menikah dengan wanita bergolongan darah A. Kemungkinan keturunannya, 25 % bergolongan darah AB dan 25 % bergolongan darah A, 25 % bergolongan darah B dan 25 % bergolongan darah O.



Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1.      Golongan darah manusia merupakan salah satu sifat keturunan yang ditentukan oleh alel ganda. Genotipe golongan darah A adalah IA IA dan IA Ii, genotipe golongan darah B adalah IB IB dan IB Ii, genotipe golongan darah AB adalah IA IB dan genotipe golongan darah O adalah ii.
2.      Dari hasil praktikum terdapat beberapa sifat keturunan yang dipengaruhi oleh alel ganda adalah ada tidaknya rambut di ruas tengah di punggung telapak tangan,
3.      Golongan darah sistem ABO dan Rh.Golongan darah O memiliki frekuensi yang paling banyak dimiliki/ditemui.Golongan darah Rh+ frekuensinya paling banyak ditemui pada orang Indonesia.
.

















Daftar Bacaan
Anonim. 2009. Genetika. http: //wiki/genetika/or.id. Diakses Rabu, 28 Mei 2013
Corebima, AD. 1997. Genetika Mendel. Surabaya: Airlangga University Press.
Hartati. 2009. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Universitas Negeri Makassar.
Jusuf, Muhammad. 2001. Genetika I. Jakarta: CV. INFOMEDIKA.
Suryo. 1984. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wulangi, Kartolo. S. 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Jakarta: Departemen Pendidikan  
      dan Kebudayaan.